Langit sore begitu indah membius mata, menghadirkan lukisan awan berbalut sinar mentari yang tak lama lagi akan meredup. Beberapa burung kecil menari mengitari keramaian jalan. Meski suara mereka tertutup oleh arus kendaraan yang melintas berselang seling. Aku tak bisa berkedip menatap langit, walau keangkuhan kota meleburkan keindahan itu sedikit demi sedikit. Jingga, disana sudah hampir [...]
Filed under: cerita, cerpen, menulislah | Ditandai: cerita, cerita pendek, cerpen, hujan, keindahan, keindahan hujan, langit, mestinya kau tak tersenyum, mestinya kau tak tersenyum seindah itu, pendek, senyum, sore, tak tersenyum | Tinggalkan sebuah Komentar »